Kawasan Konservasi Situ Gunung

Situ Gunung Sep 09, 2020

Situ Gunung merupakan area hutan konservasi yang berada di kaki Gunung Gede Pangrango, tepatnya pada Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Desa Gunung Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Jawa Barat. Berada pada ketinggian 850 mdpl, menjadikan kawasan wisata ini sebagai tempat berlibur sebagian besar orang. Terlebih lagi akses menuju kawasan yang mudah, menambah nilai plus wisata ini.

Wah senang sekali bisa berbagi cerita kembali dengan para travellers. Kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan wisata menuju Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat. Kalau kemarin bercerita tentang Banten, hari ini bercerita tentang Jawa Barat. Perjalanan menuju Situ Gunung sangatlah mudah, saat itu saya berangkat dari Depok menggunakan moda transportasi KRL tujuan Stasiun Bogor. Reservasi tiket kereta saya ke Sukabumi adalah pukul 19.00, ya sebelum waktu tersebut harus tiba di stasiun Paledang, Bogor. Oh iya kawan, stasiun Paledang merupakan titik awal keberangkatan menuju Sukabumi menggunakan kereta. Jaraknya cukup dekat dengan stasiun Bogor. Jadi dari stasiun Bogor kalian cukup berjalan kaki, memakan waktu 5-10 menit.

Sore itu hujan gerimis mengiringi perjalanan saya menuju Sukabumi. Bersama 2 orang kawan lainnya saya siap berpetualang. Tiket kereta Bogor-Sukabumi bisa digolongkan murah hanya 45.000 rupiah, dengan waktu tempuh 2 jam, kita akan tiba di Sukabumi. Bermodal jiwa backpacker dengan ransel mini di punggung saya, pukul 21.00 saya tiba di Stasiun Sukabumi. Saya bermalam di kawasan Selabintana (Desa yang berada di bawah kaki Gunung Halimun). Perlu diketahui ya kawan, kami salah membooking kawasan menginap he..he, seharusnya dekat dengan Situ Gunung, tapi ini 15 km dari tujuan wisata kami. Eitss.. tapi jangan panik dulu, di sana ada Taxi online juga kawan, jadi tidak perlu takut. Tempat kami menginap di Selabintana dapat dikatakan sangat murah, only 99k dengan promo dari Traveloka (promo sponsor ya kawan ha...ha..ha). Tempatnya juga nyaman dan aman, sehingga malam kami penuh dengan mimpi indah. Ini penampakan kawasan kami menginap,

Keesokan harinya kami berangkat dari Selabintana menuju Situ Gunung menggunakan taxi online yang kami pesan. Bapak taxinya baik banget dan ramah. Bagaikan tour guide, beliau banyak bercerita tentang wisata-wisata di Sukabumi. Jalan yang kami lalui menuju Situ Gunung sengaja menggunakan jalur alternatif, sehingga melewati hamparan perkebunan warga dan juga lahan pertanian. Dengan jarak tempuh kurang lebih 45 menit kami tiba di lokasi tujuan. Saat itu bulan Mei 2019 dan weekend, ya sudah pasti bakalan ramai, itulah alasan kami berangkat pagi-pagi. Pukul 07.00 pagi kami sudah tiba di kawasan wisata. Memang kami ini anak rajin he...he, sambil menunggu wisata di buka saya sempatkan diri mengabadikan moment di pintu masuk. Jadinya seperti ini kawan :)

Ya pukul 08.00 gerbang dibuka, saya antri untuk mendapatkan tiket masuk. Dengan biaya 25.000 rupiah kita sudah bisa menikmati kawasan yang ada di Situ Gunung. Ada 3 tempat tujuan kami yaitu:

  1. Situ Gunung Suspension Bridge, salah satu jembatan gantung yang tertinggi di Indonesia. Wow kebayang ya kawan kita bergelantungan di atas jurang he..he. Tapi jangan panik ini sangat seru dan memacu adrenalin, kalau jatuh pun kita pasti ke bawah, gak mungkin ke atas ha..ha..ha.
  2. Air Terjun Situ Gunung, disekitaran air terjun banyak kalian temukan tenda-tenda yang bisa kita sewa untuk berkemah. Air terjunnya sih tidak terlalu tinggi, tapi debit air sangat besar dan dinginnya luar biasa menusuk sukma. Disekitar air terjun, kita bisa menemukan pujasera (kawasan tempat makan) dengan beragam menu hangat.
  3. Danau Situ Gunung, kubangan air menggenang yang dikelilingi oleh hamparan pepohonan yang tidak malu menunjukkan wajahnya. Danau ini cukup tenang, jika kita mau, bisa menyewa rakit untuk berpesiar di tengahnya. Bagi saya tidak dulu kawan he..he, takut rakitnya tidak kuat menahan tumpukan lemak di tubuh saya wkwkwk.

Kembali ke cerita ya kawan, setelah pintu wisata dibuka saya mendapatkan gelang cantik penanda telah memiliki tiket. Saya juga mendapatkan welcome drink berupa teh panas dan rebusan ubi. Hmmmm... ini nih yang saya suka, berlibur dapat makanan sehat dan bergizi he..he..he. Seteguk, dua teguk, hingga lima teguk, ya segitulah kira-kira porsi teh manis hangat yang diberikan. Susah juga kawan menolak makanan tersebut, kalian tahu kan saya sudah manis, dikasi teh dan ubi manis, duh makin jadi manisnya :)

Puas menikmati kudapan yang diberikan, perjalanan dilanjutkan ke Jembatan Gantung. Sekilas memang tidak tampak ada yang spesial dari jembatan gantung ini, tapi ketika berada di tengah-tengah jembatan berasa goyang dumang membuat hati melayang ha..ha..ha. Buat kawan, yang takut ketinggian ini bisa menjadi salah satu tantangan, karena apa? jika kalian ingin pergi ke air terjun, kita harus melewati jembatan ini. So, pilihannya ada dua, lewati lembah atau batal melihat air terjun wkkwkw, pilihan sulit kan kawan?, tapi berhubung sudah jauh-jauh kesini, saya sih yes untuk menyebrang. Hajar, maju terus pantang mundur :). Oh ya kawan, jangan takut, sebelum kita menuju ke seberang jembatan, ada petugas yang memberikan pengarahan dan memakaikan sling tali pengaman, tujuannya ketika terjadi keadaan berbahaya kita bisa mengaitkan tali sling ke jembatan. Kami juga tidak boleh berada dijembatan berlama-lama, kalau bisa fotonya cepat ya kawan, gayanya gak usah banyak-banyak nanti bingung juga mau upload yang mana ha..ha..ha.

Selepas kami menyebrangi jembatan ini, kurang lebih 15 menit kemudian tibalah di Air Terjun Situ Gunung. Cihuyyy.... dingin bro. Air terjunnya tidak terlalu tinggi, disana juga terdapat spot foto persis di depan air terjun. Masalah utama ketika saya berkunjung kemari adalah gerimis datang padahal tidak ada undangan dan suhunya yang dingin brr...brrr. Lemakku ini jahat, tidak berfungsi dengan baik untuk menghangatkan tubuhku, untung ada akang-akang cilok yang bisa menghangatkan (emang banyak alasan kalau perut lapar he..he). Cilok dan bakso 2 menu yang mampu membuat tubuhku hangat kembali, lengkap dengan air mineral sebagai hidangan penutup wkkwkwkwk. Di kawasan air terjun ini, kawan tidak perlu takut banyak jajanan yang bisa dinikmati, dari yang kalori ringan sampai kalori berat juga ada sing penting ada duite, kalau ora ada yo gak usah belanja :)

Puas menikmati air terjun, kami melanjutkan ke destinasi terakhir yaitu Danau. Perlu kalian ketahui untuk menuju danau, kawan harus balik ke jembatan gantung tadi, perlu bertempur dengan adrenalin kalian sekali lagi ya hehe. Menuju danau menempuh jarak kurang lebih 3 km. Jalanan yang kami lewati hutan-hutan dengan jalan yang beraspal, jalannya naik kemudian turun apalagi mendekati danau yang jalannya menurun tajam. Lelah sudah kami berjalan sekitar 30 menit, untung pakai sandal gunung, jadi kaki tidak lecet. Sesampainya di danau, wow amazing.... rame sekali ha...ha..ha. Ada yang piknik bersama keluarga maupun teman bahkan ada yang sedang curi-curi kesempatan berpacaran, apalah saya jomblo hanya bisa melirik berharap mendapatkan pendamping (curhat dikit ya kawan he..he).

Danau Situ Gunung tidak sebesar danau Toba di Sumatera Utara, atau seindah danau Batur di Bali. Danau ini pada dasarnya kubangan air ditengah hutan, tapi pepohonan yang mengitarinya memanjakan mata mamandang. Airnya berwarna hijau, mungkin banyak endapan alga yang bermain-main dibawah air. Di danau ini juga terdapat penyewaan rakit untuk berlayar, harga pastinya kurang tahu tapi masih bisa dijangkaulah oleh pengunjung. Di danau tidak lupa kami mengabadikan moment-moment indah, karena kondisi ini tidak dapat ditemukan di Jakarta. Gaya 1...gaya 2...yak inilah hasil jepretan kamera handphone kami,

Puas menikmati liburan di danau, kami memutuskan untuk balik, karena reservasi kereta ke Bogor kami pukul 17.00 jadi harus segera menuju stasiun. Kaki kami sudah lelah tidak sanggup lagi berpijak bertegur sapa dengan jalanan beraspal. Alhasil kami naik ojek motor, cuma 10.000 ribu, murah kan kawan?. Dengan beban besar yang diangkut sebandinglah dengan harganya, malah kemurahan hahhaa. Kami diantar naik ojek dari danau sampai parkiran pintu awal masuk kawasan wisata.

Perjalanan kami belum berhenti disini, kami harus naik angkot lagi menuju stasiun Cisaat. Bermoda angkot hijau warnanya, kami duduk di dalamnya sambil melihat-lihat memori yang sudah kami dokumentasikan. Perjalanan menuju cisaat kurang lebih 30 menit. Kami turun tepat di alun-alun Cisaat dan lokasi stasiun tidak jauh, jalan kaki hanya 15 menit. Sebelum ke stasiun kami sempat juga membeli oleh-oleh kue mochi Lampion di gang Kaswari-Sukabumi. Kue mochi yang melegenda dengan rasa enak dan nendang. Datang ke Sukabumi tanpa kue mochinya?, hidup terasa ada yang kurang kawan ha..ha...ha.

Pukul 17.00, tut...tut..tut, kereta kami tiba. Kami naik dan melupakan semua kenangan weekend di Situ Gunung, yang bisa kami bawa hanya dokumentasi dari aktivitas kami. Oh ya kawan, kalian pasti penasaran sama siap saya ke Situ Gunung?. Mereka tidak mau dibongkar privasinya, tapi saya punya foto tangan mereka ha..ha..ha, kali aja kawan mau mencocokkan sidik jarinya :)

Silakan ditebak ya kawan :)

Pukul 19.00 tiba kami di stasiun Paledang-Bogor, berjalan kaki menuju stasiun bogor untuk melanjutkan kembali naik KRL menuju hunian kecil kami di kawasan Depok. Sekian dulu ya ceritanya travellers, semoga kalian suka dan bisa berfantasi seolah-olah kalian mengunjungi tempat ini. Gak ada salahnya berhayal dahulu agar jadi kenyataan hehe, ibarat membayangkan jodoh kawan, bedanya jodohku tak kunjung datang ha..ha..ha. See you next stories, semoga kita masih bisa berjumpa kembali :). Nih ada sisa foto-foto saya yang wajib di post juga he..he

Tags

Made Adhyatma

Always Keep Smile, Than You Show What You Feel :)

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.